You are here

24 October, 2014 - 12:00

Produk-produk makanan dari Tiongkok banyak yang kini menjadi bagian dari pusaka kuliner nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa akulturasi budaya telah terjadi sejak lama di bumi Nusantara, hingga merambah di bidang kuliner. Salah satu yang paling dikenal adalah Mie. Makanan yang merupakan salah satu makanan pokok di Tiongkok sana, telah menjelma menjadi salah satu makanan favorit bagi para penikmat kuliner di Tanah Air.

Mie kopyok adalah salah satu dari sekian banyak makanan khas kota semarang. Terkadang orang menyebutnya dengan sebutan mie lontong, tapi yang lebih populer adalah Mie kopyok. Mie kopyok berisi potongan lontong, irisan tahu (tahu pong) kemudian ditambahkan bumbu air bawang putih. Lalu mie dan tauge yang dicelup air panas mendidih selama beberapa saat dan ditiriskan, konon proses inilah yang menjadikan hidangan ini disebut Mie Kopyok. Tirisan mie dan tauge tadi dicampurkan dengan bahan-bahan yang sudah ada, diberi kuah, kemudian ditaburkan irisan seledri dan bawang merah goreng. Bahan terakhir adalah krupuk karak/gendar (krupuk dari beras) diremas dan ditaburkan merata dan mie kopyok pun siap untuk disantap.

Mie kopyok kebanyakan dijajakan dengan gerobak keliling dari kampung ke kampung. Salah satu yang menjajakan mie kopyok adalah Pak Dhuwur. Orang-orang menyebutnya demikian karena memang penjajanya, memang memiliki postur tubuh yang dhuwur alias tinggi. Bermula dari tahun 1970-an, Pak Dhuwur menjajakan Mie Kopyoknya dengan mendorong gerobaknya keluar masuk kampung mendatangi pelanggan. Puluhan tahun telah berlalu, kini Pak Dhuwur sudah mempunyai warung tetap. Posisi warung Mie Kopyok Pak Dhuwur berada di Jalan Tanjung tepat berada di belakang kantor PLN Jalan Pemuda semarang. Warung Pak Dhuwur buka mulai dari pagi sekitar pukul 08.00 sampai sore pukul 16.00, namun acap kali sebelum waktu tutup tiba, warung ini sudah tutup karena memang laris pada saat jam-jam makan siang.

Setelah mampir di Mie Kopyok Pak Dhuwur, gak jauh dari sana kamu bisa beli aneka oleh-oleh khas Semarang. Tepatnya di Jalan Pandanaran 51, Pusat Oleh-Oleh Djoe menyediakan banyak banget oleh-oleh khas yang bikin kamu selalu kangen Semarang, antara lain Loenpia, Wingko Babad, Bandeng Presto, Kueh Moaci, Tahu Bakso, dan lain sebagainya. Enjoy!

(Komunitas Lopen Semarang)