You are here

13 October, 2014 - 09:15

Sekali lagi, kalau ngomongin jajanan khas Semarang emang selalu seru. Salah satunya Wingko babad, walaupun Wingko Babad adalah oleh-oleh khas dari Semarang, tap masih banyak yang belum tahu lho kalau kue kelapa ini berasal dari Kota Babat, sebuah kota kecil di Selatan Tuban, Jawa Timur.

Adalah D. Mulyono, orang pertama kali mempopulerkan wingko di Semarang yang terinspirasi dari makanan khas kota asal istrinya, Babat. Pada tahun 1946, ia memulai menjajakan wingko yang berasal dari resep keluarganya di Stasiun Kereta Api Tawang, Semarang sebagai oleh-oleh yang dibawa oleh para penumpang kereta api. Agar wingkonya lebih dikenal dan gampang diingat, D. Mulyono menamakan wingkonya dengan merk Wingko Babad Cap Kereta Api, tempat dimana ia menjajakan wingkonya. Selain merk, kemasan wingko juga diberi logo gambar kereta api yang gambarnya diambil dari gambar sampul buku saran yang ada di gerbong restorasi.

Memang terdapat kemiripan antara produk Wingko Babad yang dijual di Semarang maupun di Babat, Jawa Timur, tempat kudapan ini berasal. Namun Wingko Babad yang dijual di Semarang disajikan dalam kemasan kecil untuk sekali santap. Hal ini berbeda dengan wingko di kota Babad yang dijual dalam ukuran besar. Wingko Babad sendiri kini sudah memiliki beragam varian rasa untuk menarik minat para konsumen. Kini Wingko Babad tak sekedar rasa kelapa, terdapat banyak varian lainnya seperti rasa cokelat, durian, nangka, dsb.

Untuk menikmati cita rasa Wingko Babad Khas Semarang, kamu bisa dapatkan di Pusat Oleh-Oleh Djoe Semarang yang berlokasi di Jl. Pandanaran 51 Semarang, atau langsung pesan melalui website www.oleholehdjoe.com

(Komunitas Lopen Semarang)